Sepatah Kata Dari Saya

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya. Blog ini ditujukan sebagai sarana komunikasi antara saya dan ummat. Mudah-mudahan blog ini dapat bermanfaat bagi anda. Saya harap, anda berkenan memberikan kritik dan masukan anda ke email lukman.hakiem@yahoo.co.id . Kritik dan masukan anda sangat berarti bagi saya dalam mengabdi dan melayani ummat, demi melanjutkan pengabdian untuk kemaslahatan bersama.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.




Kegiatan Saya

Lukman_Hakiem's Profile Pictures album on Photobucket

30 Agustus 2009

Sikap PD Disesalkan, Habis Koalisi Sepah Dibuang


Jumat, 28 Agustus 2009 05:45 WIB

Jakarta, Kompas - Partai-partai pendukung pasangan SBY-Boediono menyesalkan permainan politik Partai Demokrat yang secara diam-diam menekan anggota koalisi dengan cara bermanuver mendekati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Manuver politik itu, selain dirasa tidak etis, tidak menghargai anggota koalisi, juga merupakan cara-cara berpolitik yang tidak transparan atau main belakang.
Demikian pandangan Wakil Ketua Majelis Pakar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakiem, Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dan Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah yang dihubungi Kompas secara terpisah, Kamis (27/8).
Ketiganya memberikan tanggapan atas pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Achmad Mubarok yang mengatakan, langkah Demokrat mendekati PDI-P merupakan manuver politik untuk menekan partai-partai yang tergabung dalam koalisi agar tidak menuntut macam-macam. ”Pernyataan itu tidak etis dan tidak pantas diucapkan,” tegas Lukman.
Disebabkan pernyataan itu diucapkan seorang wakil ketua umum, Lukman khawatir hal itu memang menunjukkan sikap dasar PD yang memandang rendah partai pendukung yang telah bekerja keras memenangkan SBY-Boediono. ”Terjemahan pernyataan Mubarok, tidak bisa lain, habis koalisi sepah dibuang,” katanya.
Lukman pun mengimbau semua kader PPP untuk menegakkan martabat, jangan pernah mengemis-ngemis pada Demokrat atau Yudhoyono untuk meminta jabatan. Dia mengingatkan, pada zaman Orde Baru pun, meski tidak masuk kekuasaan, PPP tetap besar dan berwibawa. ”PPP tetap bisa berjalan dengan kepala tegak,” tegasnya.
PAN juga menyayangkan pernyataan Mubarok. Zulkifli menegaskan bahwa selama ini sebagai anggota koalisi tidak pernah menuntut macam-macam seperti dilontarkan Mubarok.
”Kita itu sesuai komitmen. Soal kabinet, kita menyerahkan sepenuhnya kepada presiden. Jadi, tidak ada itu koalisi menuntut macam-macam,” tegasnya.
Fahri Hamzah dari PKS menegaskan bahwa kepentingan PKS yang terjauh adalah menguatkan tradisi demokrasi dalam negara. Salah satunya adalah membangun tradisi oposisi karena tidak ada demokrasi tanpa ada oposisi yang kuat.
Oleh karena itu, meskipun ada dalam koalisi pemerintahan, PKS sangat berkepentingan dengan adanya oposisi yang juga kuat. Fahri menilai, peran PDI-P sebagai oposisi pada pemerintahan lima tahun terakhir ini masih terlalu lemah.
Persoalannya terletak pada belum jelasnya peraturan tentang koalisi sehingga semuanya menjadi bergantung pada presiden. PKS ingin mengajak Yudhoyono agar percaya diri dengan kekuatan koalisi sambil membantu memperkuat oposisi.
Pengamat politik Airlangga Pribadi dari Universitas Airlangga menilai pernyataan Mubarok menunjukkan arogansi politik Demokrat yang menyadari betul bahwa posisi tawar mereka sangat tinggi dibandingkan partai-partai politik lain yang tergabung dalam koalisinya, dan Demorkat ingin menurunkan posisi tawar partai-partai lain.
”Tetapi, bisa jadi juga ini akan menjadi backfire yang kontraproduktif bagi Partai Demokrat,” katanya. (SUT/VIN)

Tidak ada komentar: