Sepatah Kata Dari Saya

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya. Blog ini ditujukan sebagai sarana komunikasi antara saya dan ummat. Mudah-mudahan blog ini dapat bermanfaat bagi anda. Saya harap, anda berkenan memberikan kritik dan masukan anda ke email lukman.hakiem@yahoo.co.id . Kritik dan masukan anda sangat berarti bagi saya dalam mengabdi dan melayani ummat, demi melanjutkan pengabdian untuk kemaslahatan bersama.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.




Kegiatan Saya

Lukman_Hakiem's Profile Pictures album on Photobucket

21 Juni 2009

Kalla Berhak Beberkan Hasil Kerjanya



Selasa 16. of Juni 2009 13:52
Sinar Harapan
Jakarta – Calon presiden (capres) Jusuf Kalla berhak membeberkan hasilnya selama menjadi Wakil Presiden (Wapres) Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan, para pembantu presiden, seperti menteri-menteri pun berhak menjelaskan posisi masing-masing atas suatu kebijakan yang diambil pemerintah.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (Jubir Timkamnas) Jusuf Kalla-Wiranto, Lukman Hakiem di Jakarta, Selasa (16/6) pagi, berpendapat hal tersebut merupakan konsekuensi dari pihak yang bertarung sama-sama incumbent. “Jangan ada yang mau menghalang-halangi. Jusuf Kalla berhak untuk mengklaim apa saja yang merupakan kerjanya,” tegas Lukman Hakiem.
Di masa lalu Mr Muhammad Roem melakukan perundingan dengan pemerintah Belanda dan Presiden Soekarno tidak mengklaim hal tersebut sebagai buah kerjanya. Sebaliknya, Soekarno menghormati Mohammad Roem dengan memberi nama hasil perundingan tersebut sebagai Perundingan Roem-Royen.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Henry Kissinger berhasil mendamaikan Arab dengan Israel dan Presiden AS Gerald Ford tidak pernah mau mengklaim hal itu sebagai hasil kerjanya. Henry Kissinger kemudian mendapat nobel perdamian di kemudian hari tanpa protes apa pun dari Gerald Ford.
Lukman Hakiem menjelaskan di era keterbukaan seperti sekarang seseorang perlu mengungkapkan perannya di pemerintahan agar rakyat tahu mana yang kerja, dan mana yang hanya jaga badan. “Tahun 1950-an ketika ekonomi kita bagus, rakyat memuji Soemitro Djojohadikoesoemo sebagai arsitek kemakmuran waktu itu. Soekarno-Hatta tak melarang orang memuji Soemitro, tidak pula menuduh Soemitro melanggar etika pemerintahan. Kok, sekarang malah ada yang menilai Jusuf Kalla melanggar etika.
Janganlah kita klaim kerja orang kalau kita sendiri tidak bekerja,” ujarnya.Ia mencontohkan, saat memberi penjelasan menyangkut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemberian dana bantuan operasional sekolah (BOS), bantuan langsung tunai (BLT), peran Jusuf Kalla sangat besar. Malah, tak pernah fraksi-fraksi pendukung pemerintah mendapat penjelasan langsung dari presiden. “Bahwa semua setahu presiden, ya harus begitu. Tapi siapa yang bekerja dan memberi gagasan, kan jauh lebih penting,” kata Lukman. (inno jemabut)

Tidak ada komentar: