Sepatah Kata Dari Saya

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya. Blog ini ditujukan sebagai sarana komunikasi antara saya dan ummat. Mudah-mudahan blog ini dapat bermanfaat bagi anda. Saya harap, anda berkenan memberikan kritik dan masukan anda ke email lukman.hakiem@yahoo.co.id . Kritik dan masukan anda sangat berarti bagi saya dalam mengabdi dan melayani ummat, demi melanjutkan pengabdian untuk kemaslahatan bersama.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.




Kegiatan Saya

Lukman_Hakiem's Profile Pictures album on Photobucket

03 Juli 2009

Statement Bermuatan SARA Merusak Sendi-Sendi Ke Indonesiaan Kita

Statement Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Mallarangeng bahwa belum saatnya orang Makassar menjadi Presiden, bukan saja bermuatan SARA, juga sungguh-sungguh telah menyakiti, menghina, merendahkan rasa kebangsaan dan merusak sendi-sendi ke-Indonesiaan kita.

Apa ukuran yang digunakan untuk menyatakan seseorang dari suatu suku sudah saatnya jadi Presiden atau belum? Tidak ada satu orang pun yang berhak mengatakan ada anak bangsa dari suatu suku atau apapun di Republik ini yang belum saatnya jadi Presiden.

Statement Tim Sukses SBY itu sekaligus telah mengkhianati cita-cita para pendiri Republik yang sadar telah mematrikan realitas kemajemukan dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Setiap anak bangsa dari suku apapun memiliki hak dan tanggung jawab yang sama untuk memajukan Indonesia. Seperti para pendiri Republik, kita bangga akan Indonesia yang majemuk. Sangat menyedihkan jika sekadar untuk memenangkan Capresnya, Andi Mallarangeng kehilangan akal sehatnya. Siapapun boleh menang dan boleh kalah dalam pilpres nanti. Tapi, janganlah memaksakan kemenangan dengan menabrak sendi-sendi ke Indonesiaan kita.

Indonesia kita tidak boleh dipertaruhkan hanya untuk kemenangan pasangan Capres-Cawapres, walaupun pasangan itu bernama SBY-Boediono. Sangat mengerikan jika statement Andi mencerminkan pikiran yang hidup dikalangan Tim SBY-Boediono. Sesudah Ruhut, Andi. Jangan-jangan SARA memang ideologi Tim SBY-Boediono?

Tidak ada komentar: